Sudahkah Anda Menjadi Mentor Untuk Team Anda?

Mentor

Siapakah mentor dalam hidup Anda?

Apa saja yang dilakukan Mentor tersebut kepada Anda?

Saya yakin Anda semua pasti memiliki sosok sesorang mentor yang begitu berjasa dalam perjalanan hidup atau karir Anda. Apa yang sudah Anda lakukan untuk orang lain sehingga orang tersebut menyematkan predikat bahwa Anda adalah sosok Mentor bagi dirinya. Predikat seorang Mentor datangnya dari mereka (mentee), bukan dari Anda sendiri.

Di dalam dunia kerja, selain sebagai seorang Atasan (Supervisor, Manager or Director); Anda juga harus berperan untuk menjadi Mentor untuk team Anda. Tugas kita sebagai seorang Leaders adalah memastikan bahwa Team Anda tumbuh dan berkembang.

Bob Nelson mengatakan bahwa An Employee’s motivation is a direct result of the sum of interactions with his or her Manager”. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa interaksi yang terjadi antara kita dengan team kita tidak sekedar memberikan tugas atau perihal pekerjaan saja, tetapi lebih dari itu yaitu memastikan bahwa terjadi interaksi yang cukup sebagai langkah untuk membantu pengembangan diri mereka.

Dalam dunia professional atau pekerjaan, diharuskan semua pemimpin untuk memastikan bahwa team-nya bisa bekerja dengan baik, efektif, efisien sehingga bisa membantu pencapaian target dan akhirnya memberikan sumbangsih terhadap tercapainya visi misi perusahaan. Keberhasilan karyawan merupakan keberhasilan pemimpin; kegagalan mereka juga merupakan kegagalan dari pemimpin.

Salah satu hal yang harus kita lakukan sebagai seorang pemimpin adalah menjadi mentor untuk mereka. Membantu mereka untuk belajar memaksimalkan potensi yang mereka miliki, belajar keterampilan baru, memastikan mereka bisa bekerja dengan baik dan membantu mereka menjadi apa yang mereka inginkan.

Eric Parsloe, The Oxford School of Coaching & Mentoring mendefinisikan bahwa “Mentoring is to support and encourage people to manage their own learning in order that they may maximise their potential, develop their skills, improve their performance and become the person they want to be.” 

Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Eric, sebagai seorang pemimpin, tugas kita adalah memberikan dukungan penuh dan mendorong team kita untuk bisa memaksimalkan potensi dirinya, membantu mereka untuk bekerja dengan baik, belajarhal baru dan membantu mewujudkan apa yang mereka inginkan.

Lalu, apa saja yang harus kita lakukan untuk bisa menjadi Mentor yang baik untuk team atau rekan kerja kita? Banyak hal yang kita bisa lakukan. Berikut adalah beberapa langkah yang harus kita lakukan:

Ajak Mereka Diskusi

Sebelum kita memulai sebuah pekerjaan, projek atau memberikan penugasan kerja. Hal pertama yang harus kita lakukana dalah berdiskusi dengan tim kita terkait dengan sesuatu yang ingin kita berikan kepadanya (project baru atau pekerjaan). Diskusi ini sebagai sarana untuk memberikan informasi perihal pekerjaan, baik perihal tujuan, standar, kualitas, target, alokasi waktu, alat dan bahan, proses kerja, dukungan yang kita berikan dan lain-lain. Harapannya mereka sudah bisa memahami dan mengerti dari awal sebelum melakukannya sehingga memperkecil peluang kesalahan dan kegagalan.

Hindari asumsi bahwa team kita pasti bisa; jangan beranggapan bahwa tanpa dikasih tahu paling juga sudah bisa, kan mereka pintar atau berpengalaman. Asumsi-asumni tersebut menjadikan kita enggan untuk turun dan terlibat sebelum pekerjaan dimulai. Jika memang team kita berhasil, tentunya hal tersebut menguntungkan kita. Tetapi jika gagal? Kitalah yang akan kena batunya.

Selain itu, diskusi ini menjadi sarana kita untuk menggali beberapa kekhawatiran-kekhawatiran yang mereka rasakan jika mengerjakan pekerjaan tersebut. Jika mereka ada kekhawatiran kita bisa membantu menyelesaikannya di awal sehingga kemungkin berhasilnya akan semakin tinggi. Selain itu, mereka juga bisa memberikan masukan dan ide-ide terbaiknya sebelum menjalankan pekerjaannya.

Kasih Contoh Bagaimana Menjalankannya

Setelah kita berdiskusi dengan mereka, menggali kekhawtiran mereka, mencari solusi atas kekhawatian mereka, langkah berikutnya kita harus bisa menunjukkan bagaimana cara mengerjakannya. Mendiskusikan bagaimana caranya tidaklah cukup, kita harus memberikan contoh nyata, demonstrasi, mengajaknya untuk melihat dan menyaksikan bagaimana Anda mengerjakan hal tersebut.

Dengan melihat; mereka akan belajar secara langsung bagaimana cara terbaik untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Beri mereka kesempatan untuk memahami, merekam dalam memori mereka dan bertanya apabila ada hal yang belum dipahami. Langkah kedua ini memperbesar peluang team kita untuk berhasil mengeksekusi pekerjaannya karena sudah melihat langsung bagaimana mengerjakannya dari Atasan atau senior mereka.

“Good management consists in showing average people how to do the work of superior people” – John D. Rockefeller

Kasih Kesempatan Mereka Membantu Pekerjaan Kita

Setelah mereka menyaksikan bagaimana cara melakukan pekerjaannya, langkah berikutnya adalah memberikan kesempatan kepada mereka untuk membantu pekerjaan kita. Berikan kepercayaan mereka untuk membantu sebagian pekerjaan kita sebagai wujud kepercayaan terhadap mereka.

Pelan-pelan mereka akan belajar bagaimana menjalankan pekerjaan tertentu. Seiring berjalannya waktu, tingkatkan porsi mereka dalam membantu pekerjaan sehingga mereka akan bisa mengerjakan pekerjaan tersebut sepenuhnya. Di tahap ini, kita juga bisa mengajak mereka berdiskusi kembali jika memang ada hal yang mereka ingin tanyakan atau jika ada masukan, saran dan perbaikan dari mereka.

Kasih Mereka Kepercayaan Untuk Mengerjakan

Setelah mereka memahami, melihat langsung dan membantu pekerjaan sampai benar-benar bisa, langkah berikutnya adalah memberikan kesempatan bagi mereka untuk menjalankannya sendiri. Peran kita adalah memantau pekerjaan tersebut. Jika dalam pelaksanaanya ada kekurangan, kita bisa memberikan masukan. Jika ternyata sudah sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita bisa memberikannya pujian.

Ajak Mereka Untuk Menggali Pembelajaran Atas Apa yang Dikerjakannya

Setelah mereka sudah bisa mengerjakan suatu pekerjaan, langkah berikutnya adalah mengajaknya untuk menggali pembelajaran dari proses yang mereka lalui termasuk pembelajaran apa yang mereka dapatkan selama mengerjakan project atau tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Kita semua sepakat bahwa pengalaman adalah guru terbaik dan kita bisa belajar dari pengalaman tersebut. Namun, tanpa adanya kedewasaan untuk menggali pembelajaran dan hikmah dari setiap proses yang dilalui maka kita tidak akan pernah belajar sesuatu. Pengalaman tersebut akan berlalu begitu saja; kita hanya mengalaminya saja. Tetapi jika kita mencoba menggali makna, pembelajaran dan hikmah dari proses tersebut, maka pengalaman tersebut akan menjadi sesuatu yang bermakna dan berharga sebagai bekal untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Lakukan kelima langkah di atas untuk semua pekerjaan dan proses yang akan kita berikan kepada team atau rekan kerja kita. Kepercayaan, kerjasama, sinergi dan komitmen sangat menentukan keberhasilan sebuah mentoring. Mentoring adalah langkah untuk meningkatkan kepuasan kerja serta komitmen kerja karena mereka merasa diperhatikan, dikembangkan dan diberdayakan.

 

Salam Hangat,

Suhariyanto Putra