Sosial Media; Sahabat Belajar Generasi Milenial

millenial

Jika kita bertanya kepada rekan kerja yang termasuk Generasi Millennial, siapakah yang memiliki media sosial? Saya yakin, semua dari mereka pasti punya sosial media. Lalu mengapa semua generasi millennial memiliki sosial media?

Generasi Millennial adalah mereka yang lahir diantara tahun 1980 sampai sekitar tahun 1996 dimana mereka besar dan lahir di era teknologi dan dunia digitalisasi mulai berkembang. Seiring dengan bertambahnya usia mereka, dunia teknologi semakin berkembang pesat dan mau tidak mau mereka terpapar dengan maraknya teknologi termasuk sosial media.

Teman kerja saya ada yang memiliki hoby menjadi seorang youtuber (berbagi informasi, pengalaman, edukasi, memberikan laporan berita dan banyak lagi lainnya). Ketika saya tanya, dia jawab simple “ini hobi saya dan dari sini berpeluang untuk mendapatkan penghasilan”.

Saya sendiri juga termasuk orang yang ingin tahu dan pengguna media sosial aktif sebagai ajang untuk berkenalan, berinteraksi, menambah jaringan, mendapatkan berita/informasi, bahkan sarana belajar dari sosok menginspirasi yang saya kagumi. Bayangkan saja, saya bisa mengikuti training atau seminar yang diadakan oleh pembicara-pembicara keren di seluruh dunia melalui media sossial youtube. Saya tinggal cari videonya, lalu download atau langsung streaming menyaksikan mereka memberikan seminar atau training. Sekarang, banyak sekali artis, public speaker, trainer, pembicara atau saya bisa bilang semua profesi memiliki caranya sendiri untuk belajar, atau berbagi ilmu dan inspirasi melalui sosial media yang sedang dicintai oleh para generasi anak zaman sekarang. Dimensi jarak dan waktu tidaklah menjadi halangan untuk mendapatkan informasi terbaru atau berkoneksi dengan siapapun.

Seberapa sering kita melihat, membuka, membaca, posting atau menulis status di sosial media dalam setiap harinya? Jawabannya pasti hampir setiap waktu. Misalnya saat makan siang, sedang dijalan, sedang menunggu orang, bahkan saat meeting atau ikut training-pun kita pasti sempatkan diri untuk melihat sosial media kita. Kenapa begitu ya?

Hal tersebut senada dengan penelitian yang dilakukan oleh GALLUP tahun 2016 bahwa 71% generasi millennial menggunakan internet untuk mencari informasi dan berita. Hal tersebut tentunya sudah menjadi gaya hidup mereka untuk mencari tahu sesuatu melalui internet. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa 93% millennial menggunakan sosial medianya untuk berinteraksi dengan teman atau keluarga. Bahkan di atas 80% generasi millennial ini menjalani kehidupannya dengan online. Mereka lebih suka menulis, membaca, berkirim e-mail, membaca informasi melalui twitter, facebook, instagram, whats app, messenger, mencari informasi melalui media online tersebut. Berdasarkan data dari Forbes (Mei 2017), Jumlah millennials pada 2017 di seluruh dunia sebanyak 2.400.000.000. Kita bisa banyangkan sebanyak itulah pengguna aktif sosial media di dunia ini, hampir setiap waktu aktif dalam aktivitas online dan sangat yakin kedepan akan semakin bertambah banyak pengguna aktif sosial media ini.

Apakah hal itu baik? Atau sebaliknya? Perkembangan teknologi tentunya memiliki pengaruh, baik itu positif atau negatif. Tentunya, kita sebagai pelaku aktif dan penikmat sosial media harus pandai untuk menggunakan serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi diri, media branding, memberikan informasi yang tepat, memberi dampak positif bahkan menanamkan karakter positif kepada generasi penikmat sosial media yang lain.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa bijak menggunakan sosial media sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan serta berbagi inspirasi positif kepada orang lain? Berikut beberapa hal yang perlu kita jadikan pedoman dalam menggunakan sosial media.

1.   Kenali dirimu dan gunakan sosial media sosial sebagai sarana pengembangan diri

Sosial media layaknya sebuah jalan kita untuk memaksimalkan potensi atau membantu kita menutupi kekurangan diri. Misalnya jika kita memiliki kelebihan untuk desain, kita bisa menggunakan sosial media sebagai jalan sebagai tempat untuk aktualisasi diri dengan berbagi tips, cara membuat desain atau bahkan mengenalkan karya kita.

Begitu sebaliknya, jika kita memiliki kekurangan tertentu. Silahkan pilih cara untuk membantu menutupi kekurangan kita. Sebagai contoh ikutlah group, komunitas atau follow orang lain yang bisa membantu kita untuk menutupi kekurangan tersebut. Bahkan sekarang banyak bimbingan online, kuliah online, training online yang sejatinya mengakomodir ciri gaya belajar para millennials.

2.   Bertemanlah dengan account yang memberikan pengaruh positif

“Kita akan sukses jika berada dalam lingkungan yang tepat dan orang-orang yang tepat”.

“Jika kita ingin tahu seseorang, lihatlah siapa saja orang-orang disekelilingnya”

Pepatah itu menyadarkan kita semua untuk bijak dalam berteman, berjejaring dengan orang lain baik itu dunia nyata ataupun dunia maya (sosial media). Merekalah yang akan mewarnai hidup kita. Cobalah lihat kembali siapa saja teman, jejaring kita termasuk di sosial media agar pengaruh positif selalu hadir di tengah-tengah kita. Orang positif akan memberikan pengaruh positif kepada kita yang nantinya akan membentuk karakter diri kita juga.

3.   Miliki karakter kritis untuk menyikapi banjirnya informasi di sosial media

Sosial media pasti akan menggiring diri kita pada sebuah opini tertentu atau bahkan bisa “mencuci otak kita” jika kita tidak bijak dalam mengolah informasi. Jangan cepat percaya dengan berbagai informasi yang ada di sosial media karena tidak semua informasi tersebut hadir dari pihak-pihak yang terpercaya dan bisa dipertanggungjawabkan. Kita semua pasti merasakan hebatnya pengaruh sosial media ini saat pemilu kepada daerah di Jakarta sedang panas-panasnya. Strategi saling serang antara kubu akhirnya memanfaatkan sosial media sebagai upaya menggiring opini masyarakat untuk pro atau kontra dengan salah satu calon. Jadi, agar kita tetap objektif dan mendapatkan informasi yang benar, coba mulainya untuk selalu mengecek kembali kebenaran informasi tersebut. Bersikaplah netral terhadap apapun dan siapapun agar kita tidak lantas percaya dan terpengaruh dengan informasi yang beredar.

4.   Tetapkan tujuan kita menggunakan sosial media

Hal yang paling penting untuk kita sebagai pengguna aktif atau penikmat sosial media adalah mengetahui tujuan kita menggunakannya. Pemahaman akan tujuan mengapa kita menggunakan sosial media ini akan menjadi pegangan kita untuk bersikap kedepan. Kita tidak menjadi pribadi yang hanya ikut-ikutan teman, justru itu bisa akan menjadi boomerang untuk kita sendiri karena kita tidak tahu mau digunakan untuk apa sosial media yang kita gunakan.

Sosial media adalah media yang memiliki banyak manfaat jika kita bisa menggunakan dan memaksimalkan. Bahkan sosial media bisa membantu personal branding kita jika kita bisa memaksimalkannya. Sosial media bukanlah hal yang mengatur hidup kita, jadi marilah kita tetapkan cara dan strategi agar kita bisa mendapatkan manfaat dengan adanya sosial media terutama untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus sebagai media untuk aktualisasi diri. Apakah Anda sudah mengoptimalkan sosial media Anda?

Jakarta, 11 Oktober 2018

Salam Pengembangan!!

Suhariyanto Putra