JADI MC KONDANG? KENAPA TIDAK!

IMG_5109

Bersama Annisa menjadi MC di Acara Ulang Tahun Pak Rudy

 

Menjadi Master Ceremony atau yang dikenal dengan pembawa acara menjadi sebuah tantangan sekaligus menjadi hal yang menyenangkan bagi saya. Bagaimana tidak? Saat kita menjadi pembawa acara, semua mata tertuju pada sang pembawa acara. Salah satu keuntungan yang bisa kita dapatkan adalah menjadikan kita dikenal banyak orang sekaligus memiliki banyak kenalan. Mungkin untuk sebagian orang, menjadi sorotan banyak orang justru mendatangkan perasaan gerogi. Itulah yang membuat orang tidak nyaman berada di atas panggung untuk memimpin sebuah acara.

Dunia MC baru saya geluti sejak saya bergabung di Indonesia Mengajar sebagai Pengajar Muda. Saya bersyukur, dengan menjadi Pengajar Muda, saya banyak mengeksplor diri untuk terus berproses, belajar, mencoba banyak hal baru. Mulai dari hal yang tidak pernah lakukan sebelumnya dan tentunya belajar banyak akan ilmu kehidupan. Di sana pertama kalinya saya berkhotbah di saat shalat Jum’at. Sebenarnya saya tidak nyaman, karena beratnya beban moral sebagai seorang khotib yang menurut saya sangatlah tinggi. Namun saya mencoba untuk memberanikan diri dengan segala kekurangan yang miliki. Paling tidak, saya belajar untuk berbicara di depan banyak orang dengan topik yang mungkin saya belum kuasai sebelumnya. Tidak hanya itu, saya juga pernah menjadi pembawa acara untuk ulang tahun anak, acara pelatihan guru, pisah sambut atau acara-acara lainnya.

Setelah bergabung di MidPlaza Holding, Alhamdulillah saya diberikan banyak kesempatan untuk menjadi Pembawa Acara di acara-acara kantor. Saya juga bersyukur, bisa menjadi Trainer sehingga hobi saya untuk berbagi dan mengajar bisa terfasilitasi. Pertama kali saya menjadi MC di MidPlaza Holding adalah di acara Induction Day MidPlaza Holding. Sebuah acara pengenalan yang dikhususkan untuk semua karyawan baru di semua unit bisnis dari seluruh bisnis MidPlaza Holding. Tidak cuma di situ, akhirnya jam terbang saya menjadi Pembawa Acara berlanjut ke acara-acara lainnya, seperti di ulang tahun Bapak Rudy (President Director MidPlaza Holding), Acara Year-End Party MidPlaza Holding, Acara Tenant Gathering The Plaza Residences, Acara Pre-Opening Delonix Hotel dan lain-lain.

Nah di tulisan ini saya ingin berbagi tips dan tricks yang biasa saya lakukan sebelum menjadi pembawa acara yang mungkin bisa Anda coba ketika Anda akan membawakan sebuah acara. Saya akan coba tuliskan menjadi dua bagian, yaitu bagian persiapan dan pelaksanaan acara. Yuk simak dan baca!

IMG_7605

Menjadi MC dalam acara MidPlaza Holding Leaders Forum 2016

 

PERSIAPAN

Di tahap persiapan, beberapa hal di bawah ini perlu kita lakukan untuk memperbesar kesuksesan acara yang nantinya akan kita bawakan.

Kenali Audiences

Mencoba menyelami siapa audience adalah hal wajib yang perlu kita lakukan sebelum acara berlangsung. Mengapa hal ini perlu kita lakukan? Tahap ini membantu kita untuk memahami karakter audience sehingga nantinya akan memudahkan kita dalam memilih konstum (pakaian) yang sesuai dengan audience (misalkan apakah audience kita remaja, orang tua, business man atau pelajar). Selain itu, kita juga bisa mulai memikirkan bahasa atau ice breaking yang pas dengan audience ataupun topik-topik pembicaraan yang cocok dengan audience yang sedang kita hadapi. Misalnya topik-topik yang hangat dikalangan audience tersebut. Dengan memahami audience, paling tidak kita sudah memiliki gambaran besar terkait siapa yang akan kita hadapi.

Adakalanya, kita perlu mengetahui siapa saja orang-orang penting yang hadir di acara tersebut, siapa yang perlu kita sapa dan sebut namanya, siapa yang membuka, memberikan sambutan atau menutup acara. Pastikan nama-nama dan gelarnya (jika dibutuhkan) agar tidak terjadi kesalahan dalam penyebutan. Saya pernah membawakan sebuah acara dimana harus menyebutkan nama lengkap dan gelar selengkap-lengkapnya (misalnya H. Samsudin, S.H; M. Si) saat mengundang yang bersangkutan untuk memberikan sambutan. Kesalahan menyebut nama sekaligus gelar tentunya akan membuat panitia acara dan orang yang kita undang sedikit kecewa. Tentunya hal tersebut kembali ke budaya yang ada dimasing-masing acara.

Kenali Konsep Tema Acara

Mengenali konsep acara sangatlah penting karena tugas Pembawa Acara adalah menjadikan acara yang dipimpinnya berjalan lancar sesuai dengan harapan panitia. Oleh karena itu, kita perlu berdiskusi dengan panitia terkait dengan tema acara. Apakah acaranya formal, semi-formal atau informal. Jangan sampai kostum, gaya pembawaan, bahasa, intonasi yang kita bawakan tidak sesuai dengan tema acaranya. Tidak lucu jika acaranya formal, namun gaya pembawaan kita adalah informal. Tanyakan tujuan mengapa acara itu dilakukan sehingga bisa kita jadikan patokan kunci suksesnya acara. Selain itu, coba diskusikan apakah panitia atau sponsor punya pesan khusus yang bisa harus kita bawakan selama menjadi pembawa acara. Biasanya pesan sponsor ini penting dan perlu disampaikan selama acara berlangsung. Pesan tersebut bisa terkait dengan tagline acara, tagline perusahaan atau sponsor yang mendukung terlaksananya acara yang kita bawakan.

Kenali Partner Anda

DSC_3033

Saat menjadi MC acara Tenant Gathering bersama Partner Shiho (untuk bahasa Jepang)

 

Jika kita tidak sendirian artinya berdua, atau bertiga dalam membawakan cara. Maka coba kenali partner kita agar satu frekuensi, ada harmonisasi, saling mengisi ketika acara berlangsung. Dengan saling mengenali dan memahami karakter, kekuatan dan kekurangan masing-masing maka akan membantu kita ketika kita akan berbagi porsi dalam membawakan acara. Contohnya jika acara tersebut harus dibawaan dengan dua atau tiga bahasa. Kita bisa bagi-bagi peran siapa yang membawakan dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau bahasa yang lain.

Latihan dengan partner

Gerogi adalah wajar bukti kita menghargai acara dan audience. Nah untuk itu, perlu dipersiapkan dengan matang dengan banyak latihan bersama partner. Sekaliber apapun kita, selalu luangkan waktu untuk latihan agar memperbesar peluang keberhasilan kita dalam membawakan acara. Jika acara sukses, maka bisa mengangkat nama baik kita sebagai seorang Pembawa Acara dan pasti kedepannya kita akan dipanggil lagi jika ada acara serupa.

mtf_pAvCA_731.jpg

Saat menjadi MC acara Pre-Opening Golf Wing Delonix Hotel

 

PELAKSANAAN

Ketika acara berlangsung, cobalah untuk santai, percaya diri dan maksimal mengeluarkan seluruh energi demi suksesnya acara. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat acara berlangsung.

Hindari Silent Moment (Kreatif)

Silent moment adalah kondisi diam (hening). Jika kita menjadi pembawa acara, cobalah untuk menghindari situasi tersebut. Itu adalah kunci bahwa acara yang kita bawakan hidup, tidak stagnan dan terus mengalir. Misalkan setelah acara sambutan adalah acara hiburan, jika pengisi hiburan belum siap. Kita sebagai pembawa acara perlu berpikir cepat akan diisi apa sembari menunggu pengisi acara siap. Contoh lain misalnya saat menunggu Bupati yang belum datang sehingga acara belum bisa dibuka padahal undangan sudah menunggu selama satu jam. Saya pernah mengalami hal seperti ini, sehingga saya akhirnya berperan sebagai pengisi acara hiburan bersama yang lainnya dan mencoba mencari akal atau bahan lain agar audience tidak bosan dan menikmati serangkaian acara yang berlangsung.

Kuasai penonton dan beri perhatian kepada semuanya

Ketika kita menjadi pembawa acara, kita perlu untuk mengusai panggung, area acara, semua penonton dan beri perhatian kesemua sudut penonton yang hadir. Jika kita ada partner, kita bisa manfaatkan untuk berbagi porsi perhatian dengan menyebar dan berkomunikasi dengan penonton jika diperlukan (misalnya temanya informal).

Saling Mengisi sesama Pembawa Acara

Adakalanya di hari H, planning yang sudah kita coba persiapkan tidak sesuai dengan pelaksanannya. Nah disinilah saatnya kita bisa saling mengisi satu sama lain agar acara sukses, tidak ada silent moment. Menjadi pembawa acara tidaklah kaku dan saklek seperti SOP. Tetapi butuh kelenturan dan fleksibilitas tinggi agar acara berjalan lancar, audience senang dan bisa mengikuti sehingga tujuan akhir yang direncakan bisa tercapai.

Koordinasi terus dengan PIC acara

Di saat acara berlangsung, jangan heran jika terjadi banyak perubahan susunan acara karena satu dan lain hal. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pembawa Acara harus terus berkoordinasi dengan PIC acara atau manager panggung di acara tersebut. Jika perlu, minta satu orang dari panitia yang bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan Pembawa Acara selama acara berlangsung. Hal ini penting agar satu jalur dan satu visi misi dan kita bisa menyiapkan diri untuk acara berikutnya.

IMG_7186

Saat menjadi MC untuk acara Year End Party MidPlaza Holding bersama Annisa dan Angga

 

Itulah sedikit cerita, tips and tricks yang mungkin bisa Anda coba jika ingin mencoba menjadi Pembawa Acara. Semoga bisa membantu Anda yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi pembawa cara. Tentunya masih banyak tips and tricks lainnya yang bisa Anda coba. Bayangkan hal baik dan positifnya saja sehingga sugesti tersebut menjadikan energy kita lebih positif. Kelola kecemasan kita agar tidak menutup potensi yang kita miliki.

Terimakasih sudah berkenan untuk membaca. Mari saling berbagi dan berproses untuk menjadi lebih baik lagi.

 

Salam Hangat,

Suhariyanto Putra