HR Mentoring with Bu Jenie Lim (Head of HR at Shopee)

Alhamdulillah, saya dan 12 temen-temen HR Praktisi lainnya menjadi bagian dari Mentoring Program Next Generation. Kegiatan ini mengusung tema HR Paradigm Shift ini bertujuan untuk menciptakan Millennial Leaders masa depan.

WhatsApp Image 2019-03-13 at 5.21.10 PM

Salah satu motivasi terbesar saya ikut ikut program ini adalah saya ingin bertemu, belajar dan berdiskusi dengan teman-teman dengan profesi sama dari berbagai macam industri, punya value yang sama, punya aspirasi sama untuk terus belajar, berbagi, berkontribusi dan memberikan impact baik secara personal maupun professional. Berikut adalah 13 Mentee di Batch 1 yang berkesempatan untuk merasakan program Mentoring dengan pada ahli HR dibidang-nya.

WhatsApp Image 2019-03-13 at 5.24.17 PM

Program ini mempertemukan kita-kita as Mentee dengan Para Mentor yang ahli dibidang HR. Alhamdulillah di batch 1 ini ada 5 Mentor yang bersedia untuk berbagi dengan kami, mereka adalah:

  1. Jenie Lim – Head of HR at Shopee
  2. Harry Permadi Dirgananto – Country Human Resource at Shell Indonesia
  3. Dr. Denny Turner – Partner at Korn Ferry Advisory Indonesia
  4. Rieswan Fauzan – Head of Corporate Strategy & Performance at Transcosmos Indonesia
  5. Sandra Kosasih – Human Capital Managing Director at Sinar Mas Land

Selain mentor yang keren di atas, kami juga didampingi oleh observer yaitu Drivers Next Genz yang sangat kece, berikut profile Bro & Sis yang kece tersebut:

  1. Arnold Sigit Saputra – HR Business Partner Manager at Godrej Consumer Products Limited
  2. Reno Rafly – Head of Organization & Talent at Combiphar
  3. Roma Tampubolon – Principal Learning & Development at Korn Ferry Advisory Indonesia
  4. Irianty Tobing, S.Psi. CHCM – Head of Human Resources at ELL Environmental Indonesia

Salah satu ekspektasi saya di program Mentoring ini adalah belajar dan dapet insight banyak tentang HR di startup industry. Saya sendiri bisa dibilang hijrah dari beberapa industri; mulai dari dunia korporasi, NGO, Pendidikan dan pada akhirnya setahun ini jalan membawaku ke dunia Startup yang sangat berbeda dari sisi culture, challenge, and organization need dibandingkan Industri dimana saya tergabung sebelumnya. Sebagai HR di Startup; saya pribadi banyak belajar untuk dealing dengan perubahan, “ketidakjelasan”, “keambiguan”. Kita semua sebagai karyawan harus bisa beradaptasi dengan ketiga hal tersebut. Ditambah lagi dengan turnover yang tinggi dan talent war yang sangat kencang. Kita as HR harus kreatif, agile, good speech of works, mapping kebutuhan bisnis terkait dengan man power yang ada, retain talent-talent yang bagus, siap dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi.

Setelah pembagian mentor, ternyata saya ada di Group 1 bersama dengan Mba Meika & Mba Annisa. Kami bertiga ternyata akan dimentori oleh Ibu Jenie Lim. Saya pribadi merasa senang sekalu karena saya ingin tahu lebih banyak best practice HR di Startup Industry. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Shopee merupakan salah satu startup yang business growth-nya cepet banget. Bu Jenie cerita dulu waktu beliau gabung di Shopee pada Juni 2017, ada 400-an karyawan. Di akhir tahun 2017 naik menjadi 1.000 karyawan, akhir tahun 2018 menjadi 4.000 karyawan. Fantastis bukan pertumbuhannya? Pasti yang suka belanja online sudah kenal banget ama Shopee apalagi yang kemarin suka ikutan Quiz-nya Shopee.

Hari Jum’at 22 Maret 2019 yang lalu saya & Mba Annisa (HR di Kolega) berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Ibu Jenie terkait dengan topik-topik HR sambil makan siang di Pac 10 di Pacific Century Place. Sayangnya, rekan kita Mba Meika – Talent Management dari PP tidak bisa hadir karena harus memfasilitasi kegiatan seharian full.

Dari diskusi mentoring dengan Ibu Jenie , saya mencoba untuk menuliskan point-point yang mungkin berguna untuk teman-teman semua.

  1. Startup itu masih sangat “messy”. Jadi as HR kita berperan untuk membantu supaya lebih rapi.
  2. Di Startup company, pasti di awal itu No Job Description. Kenapa begitu? Karena menuntut semua karyawannya untuk bisa “agile” atau “palu gada” alias siap untuk mau mengerjakan apa saja yang dibutuhkan organisasi.
  3. HR is HR. Setiap company itu beda-beda dan peran HR juga berbeda disetiap fase pertumbuhan organisasi. Jadi peran HR tidak bisa disamakan begitu saja karena stage of company itu beda-beda. Mungkin untuk Startup yang baru, misal karyawannya masih sedikit adalah Recruitment-nya harus kuat. Mencari talent yang bagus sesuai dengan culture dan kebutuhan bisnis sehingga mereka bisa membantu business growth. Selain itu tentunya harus didukung dengan Compensation & Benefit serta engagement program yang bagus. Salary Structure harus ada. Jangan sampai salary itu kemana-mana. Jika company terus growth, pasti nanti butuh team Learning & Development sebagai bagian dari retain employee. Tantangan berikutnya adalah merapihkan organisasi, jadi dibutuhkan orang Organizational Development dan mungkin HRBP karena business sudah berkembang begitu pesat.
  4. Peran HR harus & pasti ada walaupun selalu ada perubahan baik dari sisi teknologi ataupun kebutuhan bisnis organisasi.
  5. Untuk memperkuat kepercayaan diri kita, as HR Practitioner kita bisa ambil Certification dibidang HR untuk memperdalam keilmuwan dan kompetensi kita.
  6. Jadi karyawan jangan punya karakter “gak mau” mengerjakan sesuatu walaupun itu mungkin belum pernah kita kerjakan. Jadi harus bersedia untuk belajar terus. Jika kita bersedia untuk mengerjakan, maka akan banyak pembelajaran, pengalaman dan semoga keberkahan akan kita terima kedepannya.
  7. Jangan berhenti belajar, jadi kita semua harus selalu expand our knowledge & skill agar kita tidak ketinggalan dengan perubahan zaman dan kebutuhan bisnis.
  8. Di zaman sekarang ini, kita harus ingat dengan“LEARN, UNLEARN, RE-LEARN”. Learn, apa yang harus kita pelajari nih dengan tuntutan bisnis sekarang. Unlearn, apa yang kita kesampingkan dulu untuk kita pelajari mungkin karena tidak relevan dengan kondisi sekarang. Re-Learn, apa yang harus kita pelajari kembali untuk mempertajam skill yang kita punya agar bisa menjawab kebutuhan di era sekarang.
  9. Be brave, very helpful person and do whatever it takes.

WhatsApp Image 2019-03-22 at 2.41.53 PM

Hal menarik dari sosok Ibu Jenie Lim menurut saya adalah perjalanan karir beliau yang akhirnya mengantarkan beliau menjadi Head of HR di Shopee. Ternyata Ibu Jenie ini awalnya karirnya tidak langsung di HR, tetapi sebagai Office Manager. Sangat menginspirasi bukan?

Kenapa beliau bisa berkarir di HR? Karena beliau memiliki karakter untuk mau membantu dan mengerjakan apapun yang diamanahkan kepadanya. Beliau selalu menekankan kepada saya & Mba Annisa saat sesi diskusi agar kami memiliki karakter mau mencoba & mengerjakan tanggung jawab apapun yang diberikan oleh perusahaan agar kita terus belajar dan menambah ilmu & kompetensi. Setelah itu beliau menjadi Senior Office Manager di Rocket Internet Indonesia. Sebenernya jika ditarik kesimpulan dari cerita & perjalanan karir beliau, Ibu Jenie ini sudah menjalankan peran sebagai HR walaupun secara jabatan beliau bukan HR pada saat itu.

Singkat cerita akhirnya perjalanan karir beliau sampai di Lazada sebagai Head of HR. Saat di sana beliau banyak membantu mengurusi perihal legal documents expatriate, rekrutmen karyawan, mengurusi rekening karyawan & gaji karyawan, membantu pembukuan perusahaan, termination, HR budgeting, talent development, payroll, employee engagement, company regulation dan lain-lain. Setelah berkarya di Lazada selama kurang lebih 3.5 tahun, beliau sempat break selama 11 bulan karena mau fokus ke keluarga. Tetapi saat menjalani peran tersebut beliau merasa no meaning, no contribution, not getting any smarter. Akhirnya beliau memutuskan untuk kembali bekerja dan berjodoh dengan Shopee Indonesia as Head of HR.

Karakter beliau yang terus memberikan nilai lebih, mau mencoba hal apapun yang diamanahkan, terus belajar, terus berkontribusi dan berusaha sekuat tenaga serta rendah hati mengantarkan beliau sampai di posisi beliau sekarang. Berdasarkan cerita beliau, sekarang total tim HR di Shopee sekitar 70 orang (Maret 2019). Beliau gabung di Shopee Juni 2017 saat itu total HR ada 12 dan semuanya merupakan millennial. Tantangan yang dihadapi beliau saat itu adalah build HR Infrastructure. Akhirnya beliau melakukan HR mapping & structuring kembali melihat dengan kebutuhan bisnis sampai akhirnya beliau hire some of experience talent untuk memperkuat HR tim yang ada. Menurut beliau, pada saat awal bekerja di Shopee beliau banyak nurturing team karena kebanyakan dari mereka millennial & fresh graduate. Sekarang peran tersebut sudah dibantu oleh masing-masing Lead sehingga beliau ada waktu untuk melakukan networking atau focus kepada hal yang lainnya. Per Maret 2019 saat kita diskusi, Ibu Jenie menjelaskan bahwa tim HR di Shopee yang berjumlah 70 orang tesebut terdiri dari Recruitment, Compensation & Benefit, Engagement, Learning & development, Organizational Development, Performance Management, HRBP & General Affairs. Perkembangan tim HR di Shopee sendiri menurut beliau karena kebutuhan & pertumbuhan organisasi yang terus berkembang. Kemungkinan akan terus naik jika pertumbuhan bisnis kedepan sangat bagus.

WhatsApp Image 2019-03-22 at 2.41.52 PM

Waktu 2 jam lebih terasa kurang untuk menggali banyak pengalaman dan ilmu dari Ibu Jenie. Diskusi kita akhirnya kita cukupkan dulu karena beliau ada janji meeting lainnya. Kami senang hari ini bisa belajar banyak dari sosok Ibu Jenie dan pastinya sangat antusias untuk bertemu lagi untuk berdiskusi lebih banyak lagi terkait dengan HR ataupun hal-hal lainnya. Terima kasih Ibu Jenie, can’t wait to discuss with Ibu again.

 

 

Jakarta, Maret 2019

Salam Hangat

Suhariyanto Putra