How to Be Good Listeners?

Listening-Quotes

 

Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang selalu ingin didengarkan? Ingin bercerita apapun dan menginginkan Anda untuk mendengarkan segala cerita ataupun keluh kesahnya.

Pernahkah Anda bertemu dengan pemimpin, atasan, Leader yang hanya menuntut Anda? Memarahi Anda saat Anda tidak bisa memenuhi harapannya? Tidak memberikan kesempatan kepada Anda untuk berbicara atau sekedar menyampaikan kesulitan yang Anda rasakan?

Pernahkah Anda memiliki pasangan, sahabat, kawan, teman yang hanya datang kepada Anda ketika sedang butuh pertolongan. Ingin curhat apapun kepada Anda, tetapi tidak pernah memiliki waktu ketika Anda ingin bercerita dengannya?

Mungkin pembaca mempunyai pengalaman di atas atau pengalaman lain yang serupa. Kalo kita coba sadari dan lihat fenomena yang ada sekeliling kita, banyak hal yang bisa kita pelajari dan ambil hikmah dari setiap pengalaman dan kejadian yang kita alami. Termasuk dengan fenomena yang ada di atas.

Mari kita sama-sama belajar. Kita semua tahu bahwa Tuhan memberikan kita satu mulut dan dua telinga. Coba kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Mana yang lebih banyak kita gunakan dengan seksama? Mulut? Atau telinga kita?

Ironi sekali jika kita masih banyak menggunakan mulut kita. Apalagi kita gunakan untuk mencaci maki orang lain, membicarakan keburukan orang lain atau menghasut orang lain. Ironi juga jika kita menggunakan telinga kita untuk mendengarkan cerita-cerita negative yang justru membuat kita ikut-ikutan untuk menabung keburukan.

Lalu, bagimana seharusnya agar kita bisa bijak memaksimalkan keduanya?

Cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik adalah mereka yang memaksimalkan telinganya untuk mendengarkan dengan penuh empati sekaligus berespon dengan tepat terhadap apa yang didengarnya.

 

marauz_good_listening

 

Lalu bagaimana agar kita bisa menjadi pendengar yang baik?

Coba banyangkan ada teman Anda, pasangan Anda atau orang lain datang kepada Anda untuk berbicara kepada Anda. Apa yang akan Anda lalukan? Apakah Anda akan menolak mendengarkan ceritanya? Memintanya untuk langsung cerita inti masalahnya. Tentunya semua hak Anda. Ada baiknya jika Anda melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Dengarkan, dengarkan dan dengarkan dengan penuh empati.

Hal yang pertama yang sebaiknya kita lakukan adalah mendengarkan. Hanya mendengarkan saja apa yang dia ceritakan. Kontrol diri untuk memotong pembicaraan, menyanggah, bertanya ketika dia sedang bercerita. Dengan hanya mendengarkannya, berarti kita sudah mem-VIP-kan dia, respect terhadapnya dan dia merasa dihargai oleh Anda. Bayangkan kita ada dalam posisi orang tersebut agar kita merasa menjadi bagian dari dirinya.

  1. Fokus dengan apa yang dibicarakannya

Kelemahan manusia ketika tidak suka dengan orang lain, biasanya ikut andil dalam bersikap terhadap orang tersebut. Langkah ini membantu kita untuk fokus terhadap apa yang dibicarakan, bukan fokus kepada orang yang berbicara. Siapaun orang yang dihadapan kita, coba hargai dengan tetap fokus dengan apa yang diceritakannya. Ketika kita mendengarkan coba untuk tidak memperhatikan hal di luar orang yang berbicara. Tidak bermain gadget sendiri, tidak lihat kanan-kiri.

  1. Berikan respon, pertanyaan untuk memperjelas dan menambah pemahaman kita

Ada kalanya ketika orang bercerita, berbicara, mungkin ada beberapa hal yang belum kita mengerti sepenuhnya. Cobalah ajukan pertanyaan untuk merespon atau menambah pemahaman kita terhadap apa yang diceritakannya. Pertanyaan Anda menunjukkan antusiasme terhadap cerita yang Anda dengarkan. Hal ini membantu Anda ketika Anda memberikan tanggapan, saran atau masukan terhadapnya.

  1. Berikan penghargaan dan ucapan terimakasih

Selalu ingat dan yakini bahwa setiap pertemuan, setiap kejadian, orang yang ada didepan kita membawa banyak pelajaran dan ilmu untuk kita. Memberikan penghargaan (kepercayaan diri) atau ucapan terimakasih menandakan bahwa Anda menghargai setiap interaksi dengannya. Hal ini membuat orang lain tidak bosan untuk berbicara dan sharing kepada Anda.

Kita semua tahu bahwa kebutuhan terbesar manusia adalah untuk didengarkan, dipahami dan dimengerti. Kita menyadari hal tersebut. Tapi apakah kita sudah mencoba untuk mendengarkan, memahami dan mengerti orang-orang disekeliling kita?

Mari kita sama-sama berusaha untuk menjadi pendengar yang baik kepada siapapun. Menjadi pendengar yang baik membuat Anda lebih bijak, menjadi pribadi yang lebih humble dan diterima dimanapun Anda berada.

 

Jakarta, 14 Februari 2015