Archive for the ‘Pengembangan Diri’ Category:

Menjadi Karyawan Bernilai

Dikisahkan seekor cacing yang berteman dengan seorang Dewa. Sang Dewa melihat cacing selalu bergumul dengan kotoran apapun yang ditemuinya. Dewapun amat kasihan dan mengajak cacing untuk mengubah hidupnya. Namun, cacing sungguh nyaman dengan kotoran kesayangannya dengan menolak ajakan Dewa. (Disadur dari Buku Ajahn Bram, yang berjudul si Cacing dan Kotoran Kesayangannya) Mungkinkah hidup kita sebenernya sudah menjadi zona nyaman? Yang bahkan kelihatannya nyaman, sudah bagus, merasa sudah memberikan hal terbaik, sudah saking nyamannya sehingga kita tidak merasa bahwa apa yang kita lakukan biasa-biasa saja tersebut mengancam masa depan kita, mengancam karir kita. Saking nyamannya dengan rutinitas yang sebenernya “begitu-begitu saja”
Baca aja …


Sosial Media; Sahabat Belajar Generasi Milenial

Jika kita bertanya kepada rekan kerja yang termasuk Generasi Millennial, siapakah yang memiliki media sosial? Saya yakin, semua dari mereka pasti punya sosial media. Lalu mengapa semua generasi millennial memiliki sosial media? Generasi Millennial adalah mereka yang lahir diantara tahun 1980 sampai sekitar tahun 1996 dimana mereka besar dan lahir di era teknologi dan dunia digitalisasi mulai berkembang. Seiring dengan bertambahnya usia mereka, dunia teknologi semakin berkembang pesat dan mau tidak mau mereka terpapar dengan maraknya teknologi termasuk sosial media. Teman kerja saya ada yang memiliki hoby menjadi seorang youtuber (berbagi informasi, pengalaman, edukasi, memberikan laporan berita dan banyak lagi
Baca aja …


Are You the Real Leaders of Your Team?

“Predikat sebagai seorang Leaders yang sesungguhnya, bukan datang dari diri Anda sendiri atau posisi yang Anda punya. Melainkan datang dari mereka yang mengenal dan merasakan Kepemimpinan diri Anda” Kalimat di atas adalah salah satu kalimat favorit, yang selalu saya bagikan di setiap training Leadership yang saya bawakan. Kita bisa menyampaikan kepada semua orang bahwa kita punya jabatan, punya segudang pengalaman, punya segudang prestasi, tetapi tidak bisa hanya berhenti sampai di situ. Tugas terbesar kita sebagai manusia atau Leaders adalah membuktikan sehingga orang yang mengenal kita atau yang kita pimpin akan meng-amini hal tersebut dan menyatakan dengan tegas “Yes, You’re the
Baca aja …


Sudahkah Anda Menjadi Mentor Untuk Team Anda?

Siapakah mentor dalam hidup Anda? Apa saja yang dilakukan Mentor tersebut kepada Anda? Saya yakin Anda semua pasti memiliki sosok sesorang mentor yang begitu berjasa dalam perjalanan hidup atau karir Anda. Apa yang sudah Anda lakukan untuk orang lain sehingga orang tersebut menyematkan predikat bahwa Anda adalah sosok Mentor bagi dirinya. Predikat seorang Mentor datangnya dari mereka (mentee), bukan dari Anda sendiri. Di dalam dunia kerja, selain sebagai seorang Atasan (Supervisor, Manager or Director); Anda juga harus berperan untuk menjadi Mentor untuk team Anda. Tugas kita sebagai seorang Leaders adalah memastikan bahwa Team Anda tumbuh dan berkembang. Bob Nelson mengatakan
Baca aja …


Psikologi Cinta dalam Rumah Tangga (Kiat Menyiapkan Diri Menuju Pernikahan)

Tanggal 16 April 2017 kemarin, saya diberi kehormatan untuk berbagi di Seminar Pranikah membawakan kajian dari sudut pandang psikologi oleh STIKES Muhammadiyah Kudus bersama Narasumber yang lain. Dalam kesempatan kali ini, saya ingin sedikit berbagi tentang materi yang saya bawakan dalam kegiatan seminar Pranikah tersebut. Topik pertama yang saya perkenalkan adalah tentang segitiga cinta dari Robert J Stenberg. Segitiga cinta mengajak kita sebagai pasangan untuk bisa menjaga ketiganya yaitu intimacy, passion dan commitment. Jika ketiganya hadir, maka itulah cinta sejati. Penurunan dari salah satu factor tersebut akan mempengaruhi kehidupan bersama pasangan kita kedepannya. Contohnya jika ada penurunan dari sisi intimacy
Baca aja …