Become a Friendlier Person

friendly

Dalam artikel sebelumnya, saya telah menuliskan tips bagaimana menjadi pendengar yang baik. Untuk melengkapi artikel tersebut, saya akan berbagi kepada pembaca bagaimana membangun hubungan di lingkungan tempat kerja atau lingkungan sekitar kita.

Bulan lalu, saya mengikuti workshop yang bertema “Building Relationships in The Workplace” yang diadakan oleh Dale Cargenie di Palma One Kuningan, Jakarta Selatan. Kali ini saya ingin berbagi prinsip yang telah digunakan oleh Dale Carnegie dalam mengembangkan team dan client nya terkait bagaimana menjadi pribadi yang lebih ramah.

Berikut Sembilan tips dari Dale Carnegie dan sedikit penjelasan dari apa yang saya pahami. Kesembilan tips di bawah tentunya sangatlah mudah untuk dilakukan. Hal yang paling menantang adalah bagaimana menjadikan kesembilan prinsip di atas menjadi kebiasaan atau karakter diri kita.
Coba kita lihat satu persatu.

  •  Hindari kebiasaan S O K (Salahkan, Omeli, Kritik)

Manusia memiliki kecenderungan untuk mencari kesalahan, menyalahkan orang lain, memarahi orang lain jika orang lain melakukan kesalahan. Terlebih jika orang tersebut memang “tidak bisa mengendalikan emosi”. Padahal kita tahu bahwa manusia memang tempatnya salah dan lupa. Harusnya kita bisa lebih bijak dan fokus pada kesalahannya, fokus pada masalahnya. Bukannya fokus kepada siapa yang membuat kesalahan tersebut. Mari mulai untuk mencoba mencari tahu “mengapa kesalah itu terjadi?” sehingga fokus kita adalah mencari solusi dari kesalahan tersebut. Bukan sebaliknya, menambah masalah dengan menghakimi orang yang berbuat salah.

  • Berikan Penghargaan yang jujur dan ikhlas

Ketika orang-orang sekeliling kita telah melakukan sesuatu atau membantu kita, atau mencapai prestasi, ucapkan rasa terimakasih yang tulus. Penghargaan yang tulus mampu membuat orang lain merasa berharga sehingga akan melakukan hal serupa dikemudian hari atau dikesempatan berikutnya baik kepada kita atau kepada orang lain.
Terkadang kita gengsi atau mengedepankan ego kita untuk tidak mau memberikan penghargaan kepada orang lain, lebih-lebih secara jabatan mereka adalah anak buah kita, dibawah kita atau pembantu kita. Mari budayakan memberikan apresiasi atas orang-orang yang telah membantu atau melakukan sesuatu kepada kita.

  • Bangunlah kemauan untuk berhasil dalam diri orang lain

Kita sadari atau tidak terkadang perkataan ataupun canda tawa mematikan motivasi orang lain untuk berhasil. Misalnya Ada anak ingin belajar atau les setiap sore, sedangkan teman-temannya lantas mengejek dengan ucapan “cie sok rajin les, paling juga gak bisa rangking satu”. Contoh lain di lingkungan pekerjaan misalnya ketika ada rekan kerja kita yang berani unjuk bakat tampil di acara perusahaan, terus kita ledekin dengan ucapan-ucapan seperti “wah pengen eksis nih, aku juga bisa kalo begitu doing”.

Mari kita jaga ucapan dan perkataan kita, karena ucapan dan perkataan yang keluar dari diri kita menunjukkan harga diri kita. Bahkan apa yang kita ucapkan bisa menjatuhkan harga diri dan keyakinan diri orang lain. Terlebih ketika kita ingin memberikan masukan atau kritikan kepada orang lain. Sebaiknya sampaikan dengan cara yang tetap menjunjung harga diri dan kepercayaan diri orang tersebut.

  •  Berikan perhatian yang sungguh

Ketika orang lain sedang berbicara kepada kita, cobalah fokus dan beri perhatian yang sungguh agar orang tersebut merasa dihargai dan diterima. Berhentilah untuk sibuk dengan handphone, laptop atau aktivitas lainnya. Perhatian kita menunjukkan penerimaan diri dan terbuka mendengarkan apapun yang disampaikannya.

  •  Senyum

Senyum adalah ibadah dan senyum itu menular. Jika tidak percaya, cobalah tersenyum kepada orang ketika berpapasan di jalan, pasti orang tersebut akan membalas senyuman kita. Anda hanya mengaktifkan belasan otot wajah untuk bisa tersenyum. Sedangkan ratusan otot wajah untuk marah. Mau pilih yang mana?

Senyum menunjukkan betapa hangatnya kita, senyum menunjukkan betapa tulusnya kita, senyum membuat kita awet muda karena senyum pertanda kebahagiaan. Mari kita biasakan tersenyum kepada siapapun yang ada disekeliling kita.

  •  Ingat nama, bunyi paling merdu dan penting

Nama kita adalah bahasa yang paling merdu diantara banyak kata.Bahkan dalah hadist yang pernah saya baca menganjurkan kita untuk memanggil orang lain dengan panggilan kesukaannya.

Ketika kita memanggil orang lain dengan namanya, maka kita tahu siapa namanya, dan orang yang mendengarpun akan respect kepada kita, tentunya senang dan bahagia mendengar namanya disebut atau disapa.

Marilah kita biasakan untuk menyebut nama orang tersebut saat memberikan ucapan ulang tahun, ucapan hari raya, ucapan selamat atas prestasi yang dicapai dan lain sebagainya. Ini merupakan salah satu cara membangun hubungan kepada orang lain (networking).

  •  Jadi pendengar yang baik

Dalam artikel sebelumnya, tentunya Anda semua sudah membaca dan tahu bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Pendengar yang baik adalah mereka yang memaksimalkan telinganya untuk mendengarkan dengan penuh empati sekaligus berespon dengan tepat terhadap apa yang didengarnya. Jika Anda ingin tahu caranya, silahkan membaca artikel sebelumnya tentang “how to be a good listeners”

  • Berbicaralah sesuai dengan minat orang lain

Salah satu cara atau tips untuk menggali pembicaraan dengan orang lain adalah dengan bertanya hal yang dia sukai. Dari sanalah kita bisa mengeksplor banyak hal tentang lawan bicara kita. Hampir semua orang memiliki kebutuhan untuk didengarkan. Jadi dengan berbicara hal yang menjadi minat lawan bicara kita, membuatnya semakin semangat untuk terus bercerita dan berbagi atas minat atau kesukaannya. Dari sinilah suasana bisa menjadi semakin cari dan hangat.

  •  Buatlah orang lain penting dengan tulus dan jujur

Siapaun yang ada di depan kita, dari mereka kita bisa belajar banyak hal. Cobalah untuk memiliki pemikiran tersebut sehingga Anda akan menghargai siapapun yang datang kepada Anda.

Sembilan prinsip di atas menjadi panduan sekaligus bahan refleksi diri kita. Sudahkah kita menjalankannya? Atau kita sedang berusaha mengaplikasikannya dalam kehidupan kita? Ataukah belum sama sekali?

Apapun jawaban Anda, tidak ada kata terlambat untuk mencoba atau memulainya. Mari sama-sama membudayakan dan menyebarkan kebaikan tentunya salah satunya dengan berusaha menjadi pribadi yang ramah dengan menerapkan kesembilan prinsip di atas.