Bangun Kepercayaan dan Raih Komitmen Anggota Team

Dalam sebuah organisasi/perusahaan, kepercayaan dari anggota team merupakan modal penting dalam membangun sinergi untuk mewujudkan visi misi organisasi. Seringkali seorang pemimpin dalam perusahaan kehilangan kepercayaan dari team, rekan kerja dan anak buahnya sehingga sulit untuk mendapatkan komitmen mereka untuk melakukan pekerjaan yang diminta.

Dari sisi anggota team, sering kali mengeluhkan atas kompetensi atasannya, ketidaktegasan atasan, karakter atasan yang kurang kuat, sering berubahnya strategi atau tidak komit dengan apa yang diucapkannya. Sedangkan dari sisi atasan, mereka juga mengeluhkan anak buah atau teamnya yang sulit untuk di atur, tidak mau medengarkan perintah atasan, tidak menghargai atasan, sering potong kompas (jika ada masalah datang ke atasan yang lebih tinggi atau orang lain bukan kepada atasannya langsung) dan lain sebagainya.

Menjadi seorang Leaders berbeda dengan seorang bos. Seorang Leaders harus memiliki sikap, karakter dan kompetensi sebagai seorang Leaders sehingga mampu menciptakan suasana kerja yang positif serta saling mendukung. Leadership skill sangatlah mutlak mereka miliki agar bisa menarik komitmen dari anggota teamnya.

Dalam gambar di atas, John C Maxwell mendefinisikan bahwa ada lima level kepemimpinan untuk mendapatkan komitmen dari teamnya. Level pertama adalah posisi dan jabatan yang mutlak sudah dimiliki oleh seorang Leaders baik itu Supervisor, Manager maupun Director. Secara posisi mereka sudah memiliki itu semua. Level kedua adalah, kepercayaan (permissions), kepercayaan ini sangatlah mutlak untuk bisa menciptakan sinergi antar team, antar departemen dalam perusahan.

Dalam tulisan ini, saya akan coba menuliskan langkah untuk menciptakan kepercayaan tersebut. Apa yang saya tuliskan ini saya dapatkan dalam beberapa kali kesempatan mendengarkan sharing dari beberapa pemimpin seperti Bapak Anies Baswedan atau sumber-sumber buku atau seminar yang pernah saya ikuti.

Beberapa hal yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk mendapatkan kepercayaan antara lain:

Character (Integrity)

Disadari atau tidak, bahwa Leadership skill seorang pemimpin dibentuk oleh karakter yang dimilikinya. Jika Anda ditanya, siapa pemimpin idola Anda? Mengapa Anda mengidolakan pemimpin tersebut. Saya yakin jawaban Anda karena karakter pemimpin tersebut. Misalnya karena pemimpin tersebut “adil, bisa dipercaya, seorang pendengar yang baik, tegas, berani membela rakyat, jujur, sederhana, mengayomi, bijaksana dan banyak lagi”. Jika kita lihat, semua itu termasuk karakter diri. Orang biasanya lebih respect kepada pemimpin yang memiliki karakter diri positif dibandingkan sebaliknya. Karakter diri ini menjadi teladan dan cermin untuk anggota team dalam melihat sosok pemimpin mereka. Jika pemimpin tersebut menunjukkan karakter diri positif, maka anggota team akan melihat positifnya pemimpin tersebut. Mereka percaya bahwa pemimpin tersebut memiliki integritas, apa yang dikatakannya tercermin dalam perilaku kesehariannya. Karakter ini memupuk kepercayaan dari anggota team terhadap pemimpinnya.

Competency (Keterampilan)

Keterampilan dan kompetensi harus dimiliki oleh seorang Pemimpin. Terutama kompetensi yang berhubungan dengan bidang yang sedang digeluti. Jika Anda seorang pemimpin di Departemen Marketing maka Anda harus meningkatkan kompetensi diri Anda dalam dunia marketing. Mengapa kompetensi menjadi hal penting? Kompetensi ini menjadi modal utama dalam problem solving dan decision making. Dalam perjalanan sebuah organisasi pasti akan menemui kesulitan dan tantangan. Ada kalanya anggota team memiliki kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Di sinilah peran Pemimpin untuk membantu anggota teamnya. Kompetensi ini bisa diberikan dalam bentuk coaching atau sharing. Kompetensi ini bisa di dapat melalui pengalaman maupun training. Seringkali anggota team kehilangan kepercayaan karena ketika mereka datang menemui pemimpinnya untuk mendapatkan solusi, justru dikembalikan lagi kepada anggota team yang bertanya. Tentunya anggota team tersebut akan kecewa karena tidak mendapatkan solusi dari pemimpinya. Jika hal ini terjadi berulang kali, maka kepercayaan yang dirasakan oleh anggota team lambat laun akan semakin menipis.

Interpersonal Skill

Karakter dan Kompetensi perlu dibarengi dengan seni berhubungan dengan orang lain yang baik karena setiap orang itu unik dan khas dengan kepribadian dan karakter dirinya. Dibutuhkan pernggabungan antara seni berhubungan dengan orang lain, kompetensi, karakter agar bisa menyelami anggota team atau rekan kerja yang lain. Kedekatan antar individu menjadi hal wajib untuk bisa menyelami masing-masing individu sehingga bisa melakukan pendekatan dari hati. Melalui interpersonal skill yang bagus, maka kedekatan dengan anggota team menjadi lebih positif dan membangun.

 

Ketiga hal di atas penjadi factor paling besar dalam meraih kepercayaan anggota team. Semakin kuat karakter diri seorang pemimpin, semakin kompeten seorang pemimpin dan semakin bagus interpersonal skill seorang pemimpin maka akan lebih mudah dalam menginspirasi, mengembangkan anak buahnya, memotivasi, bersinergi dalam mencapai hasil, dan yang lebih penting adalah menciptakan suasana kerja yang positif.